Budaya

¨Jaran kepang¨ biasanya orang Temanggung menyebutnya, Jaran kepang merupakan salah satu budaya di pulau Jawa. Kesenian ini menampilkan sebuah sendra tari yang dimainkan secara berkelompok, baik kelompok pria atau wanita. Di Temanggung sendiri masih banyak kelompok yang melestarikan seni budaya tersebut, akan tetapi sayangnya yang melestarikan bukanlah kaum remaja sebagian besar malah kaum tua.

Kesenian ini sangat populer di kalangan masyarakat Jawa karena tampilannya yang atraktif, ekspresif dan dinamis. Jaran kepang adalah seni tari yang dimainkan secara berkelompok yang mengapit kuda-kudaan dari anyaman bambu, dengan membawa pecut atau cemeti, dengan diiringi alunan musik khas Jawa, yakni satu unit musik gamelan Jawa berupa ketuk, kenong, kempol, gong suwukan, terompet, kendang dan angklung. Tarian tersebut kemudian berujung pada atraksi kesurupan (trance). Atraksi ndadi inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para audiens.

Kesenian Jaran Kepang adalah kesenian tradional rakyat yang lahir dari rahim komunitas kaum pinggiran. Lebih tepat lagi penulis menyebutnya sebagai kesenian rakyat kecil. Tentunya, kesenian Jaranan sangat berbeda dengan kesenian lain, semisal wayang kulit yang lebih menggambarkan kemewahan dan kehalusan budi kaum priyayi dan santri yang notabene masih tercampuri dengan nilai-nilai keagamaan. Jaranan sendiri menggambarkan kekuatan magis yang digambarkan oleh pemain yang kesurupan itu tadi.

Sekiranya kita sebagai pelajar mampu mengembangkan seni budaya kita sendiri. Mengapa demikian? karena budaya adalah warisan nenek moyang yang hendak kita jaga, kita lestarikan dan kita kembangkan. Bukan malah budaya yang ¨orak arian¨ yang di kembangkan. Apakah budaya judi, mabuk-mabukan, memekai narkoba, seks bebas yang patut di kembangkan? Tidak itu merupakan budaya yang tak baik bagi kepribadian kita sebagai penerus cita-cita bangsa.

Marilah sebagai pelajar yang baik kita kembangkan budaya di daerah kita masing masing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: