Ing Ngarso Sung Tulodho

Juli 29, 2008 at 8:12 am Tinggalkan komentar

Entah apa yang terjadi dengan negeri ini. Negeri yang sangat kaya raya, namun senang dengan kesederhanaan. Pikiran yang sederhana, cita-cita yang sederhana, dan sangat gemar menyederhanakan. Tengok sebentar falsafah pendidikan yang di kibarkan oleh Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan, Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo mangun Karso, Tut Wuri Handayani .disederhanakan dengan hanya memunculkan Tut Wuri Handayani dalam slogan pendidikan Indonesia. Mengapa hanya Tut Wuri Handayani-nya saja, bukankah ketiganya tidak dapat disederhanakan begitu saja. Trus mengapa yang digunakan adalah slogan yang memiliki posisi yang dibelakang?

Dalam beberapa kenyataan yang pernah saya temui dengan mata kepala saya sendiri, arti pendidikan juga disederhanakan sebagai mendapatkan jenjang tertinggi dalam pendidikan, tanpa diikuti tingginya ilmu yang dimiliki. Lama pendidikan yang super singkat, gelar pendidikan tertinggi. Mungkin Anda juga pernah menjumpai dengan mata kepala sendiri apa yang terjadi dari penyederhanaan arti pendidikan tersebut.

Air Mata Guru dalam beberapa kasus menemukan kecurangan-kecurangan yang dilakukan selama ujian kenaikan jenjang pendidikan. Banyak kasus, hal tersebut dilakukan oleh oknum-oknum guru. Oknum guru melakukan kecurangan dengan memberi contoh atau memberi kunci jawaban kepada anak didiknya. Inikah yang disebut Ing Ngarso Sung Tulodho?

Sering juga kita jumpai oknum siswa bahkan sampai mahasiswa melakukan kecurangan dengan membuat contekan dalam selembar kertas kecil, karena ingin lulus dari ujian kenaikan jenjang pendidikan namun malas belajar. Sang oknum guru/dosen menutup mata dan berpaling muka, meskipun mengetahuinya. Apakah ini maksud Ing Madyo Mangun Karso? Membangun keinginan bagi mereka yang ingin mendapatkan nilai tinggi dengan car instan.

Dalam beberapa kasus juga terdapati beberapa oknum dosen memberikan ide-ide penelitian, memberikan semua materi penelitian, metodologi dan semua kelengkapan penelitian, bahkan satu set penelitian yang sudah matang kepada mahasiswanya agar mahasiswa tersebut dapat segera lulus dengan lama studi yang singkat. Meskipun sang mahasiswa belum memiliki tingkat berpikir analisis sekelas tugas akhir/skripsi. Apakah ini yang dimaksud dengan Tut Wuri Handayani? Memberi dorongan kepada siswa/mahasiswa agar cepat lulus , tidak peduli siswa/mahasiswanya sudah layak untuk lulus atau belum.

Kalau diturut dari awal ternyata permasalahannya sangat kompleks. Di awal dari negeri ini yang merasa miskin, memiliki utang yang banyak. Pendidikan dengan harga yang terlalu tinggi tidak mampu dijangkau oleh masyarakat, sehingga harus disubsidi oleh pemerintah. Untuk memperendah tingkat subsidi yang diberikan untuk pendidikan, maka masa studi diperpendek. Memperpendek masa studi setiap siswa atau mahasiswa bukan sesuatu yang mudah. Kurikulum pendidikan semakin dipadatkan. Namun hal tersebut belum mampu mempersingkat masa studi karena siswa/mahasiswa merasa kewalahan dengan padatnya kurikulum tersebut.

Kemudian secara sengaja atau tidak, secara terstruktur atau tidak, entah ada instruksi dari pemerintah atau tidak, kualitas pendidikan diturunkan. Standar pendidikan diturunkan, namun nilai/angka sebagai standar kelulusan dinaikkan untuk mengaburkan penurunan standar kelulusan tersebut.

Beginilah wajah pendidikan bangsa Indonesia. Arti pendidikan yang sangat sederhana. IPK, rangking, masa studi menjadi gambaran mutlak kecerdasan seseorang.

Coreng moreng kah?Tidak juga. Banyak putra-putri bangsa yang mampu menjuarai olimpiade tingkat internasional. Tapi apakah ini gambaran keberhasilan pendidikan bangsa?

Jika arti pendidikan yang dipegang teguh saat ini tidak dikembalikan ke arti yang sebenarnya, pendidikan tidak akan mampu membawa kemajuan bangsa ini. Berjuta-juta sarjana yang dihasilkan, beribu-ribu keping emas olimpiade yang didapatkan tak kan mampu menggerakkan kebangkitan bangsa. Jika para pendidik tidak mampu mengalirkan Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani dalam darahnya, maka pendidikan di negeri ini tidak akan menghasilkan putra-putri bangsa yang menjadi generasi penggerak kemajuan bangsa.

Seperti apakah wajah pendidikan Indonesia di masa mendatang? Mari kita bergerak bersama untuk mempercantik wajah pendidikan Indonesia. Sebagai murid, guru dan pengelola pendidikan harus membuat pemahaman bersama tentang arti pendidikan, kemudian melakukan sinergisme untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Marilah kita semua sebagai kader kader pembangun bangsa senantiasa menjunjung rasa solidaritas sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air untuk mewujudka Indonesia yang lebih baik.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Sedikit Tentang CMS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juli 2008
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: